Kamis, 25 November 2021

Pemanfaatan Blog sebagai Sumber Belajar

Sejarah Lahirnya Blog

Di masa lalu, dunia web masih

memiliki tampilan yang sederhana, dengan

warna background yang tidak menarik, teks

warna hitam, dan link berwarna biru.

Kemudian berangsur-angsur muncullah

gambar, suara, animasi, dan video yang

membuat tampilan web menjadi lebih

menarik. Walaupun demikian, tampilan

halaman web masih terlihat statis. Walaupun

sudah ada pendekatan untuk memisahkan

data dengan tampilan web dengan cara

menyimpan data ke database, namun tetap

saja tampilannya berubah jika ada yang

meng-update-nya secara manual.

Pada akhir tahun 1990-an mulai muncul

software untuk membuat Blog dan muncul

juga layanan-layanan lain yang mmbuat

orang mudah membuat website dan meng-

update-nya secara kontinyu. Fasilitas-

fasilitas ini mulai berevolusi hingga menjadi

layanan Blog seperti sekarang ini. Dengan

menggunakan layanan blogging, seseorang

tidak perlu melakukan koding HTML secara

manual untuk menentukan letak isi artikel-

artikel. Pengguna hanya perlu mengisikan isi

artikel ke sebuah form dan menyimpannya,

maka isi artikel tersebut otomatis akan

ditampilkan oleh software blogging tersebut.

Dengan dimikian, proses penggantian

konten website menjadi lebih mudah, cepat,

dan tidak mahal.

Media blog pertama kali

dipopulerkan oleh Blogger.com, yang

dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya

PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada

akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu,

banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang

bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan

kepada perkembangan para penulis blog

tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat

beragam,dari sebuah catatan harian, media

publikasi dalam sebuah kampanye politik,

sampai dengan program-program media dan

perusahaan-perusahaan. Sebagian blog

dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa

penulis. Banyak juga weblog yang

memiliki fasilitas interaksi dengan para

pengunjungnya, seperti menggunakan buku

tamu dan kolom komentar yang dapat

memperkenankan para pengunjungnya untuk

meninggalkan komentar atas isi dari tulisan

yang dipublikasikan, namun demikian ada

juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat

non-interaktif.

Situs-situs web yang saling berkaitan

berkat weblog, atau secara total merupakan

kumpulan weblog sering disebut sebagai

blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan

gelombang aktivitas, informasi dan opini

yang sangat besar berulang kali muncul

untuk beberapa subyek atau sangat

kontroversial terjadi dalam blogosphere,

maka hal itu sering disebut sebagai

blogstorm atau badai blog.


Komunitas Blogger


Komunitas blogger adalah sebuah

ikatan yang terbentuk dari para blogger

berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu,

seperti kesamaan asal daerah, kesamaan

kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya.

Para blogger yang tergabung dalam

komunitas-komunitas blogger tersebut

biasanya sering mengadakan kegiatan-

kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas

blogger, biasanya ada semacam syarat atau

aturan yang harus dipenuhi untuk bisa

masuk di komunitas tersebut, misalkan

berasal dari daerah tertentu. Beberapa jenis

komunitas blogger adalah Komunitas

Blogger Daerah, yaitu Komunitas Blogger

berdasarkan kedaerahan atau wilayah

tertentu, Komunitas Blogger Non-Daerah,

yang biasanya terbentuk karena kesamaan

hobi atau yang lainnya, dan Komunitas

Blogger Kampus.

Jenis-jenis Blog

1. Blog politik: Tentang berita, politik,

aktivis, dan semua persoalan berbasis

blog (Seperti kampanye).

2. Blog pribadi: Disebut juga buku harian

online yang berisikan tentang

pengalaman keseharian seseorang,

keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat,

dan perbincangan teman.

3. Blog bertopik: Blog yang membahas

tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan

tertentu.

4. Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang

kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan

berisi tentang keluhan pasien, berita

kesehatan terbaru, keterangan-

ketarangan tentang kesehatan, dll.

5. Blog sastra: Lebih dikenal sebagai

litblog (Literary blog).

6. Blog perjalanan: Fokus pada bahasan

cerita perjalanan yang menceritakan

keterangan-keterangan tentang

perjalanan/traveling.

7. Blog riset: Persoalan tentang akademis

seperti berita riset terbaru.

8. Blog hukum: Persoalan tentang hukum

atau urusan hukum; disebut juga dengan

blawgs (Blog Laws).

9. Blog media: Berfokus pada bahasan

kebohongan atau ketidakkonsistensi

media massa; biasanya hanya untuk

koran atau jaringan televise

10. Blog agama: Membahas tentang agama

11. Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh

pelajar atau guru.

12. Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik

ditulis oleh kelompok tertentu.

13. Blog petunjuk (directory): Berisi

ratusan link halaman website.

14. Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai

atau wirausahawan untuk kegiatan

promosi bisnis mereka

15. Blog pengejawantahan: Fokus tentang

objek diluar manusia; seperti anjing

16. Blog pengganggu (spam): Digunakan

untuk promosi bisnis affiliate; juga

dikenal sebagai splogs (Spam Blog)

Budaya popular

Ngeblog (istilah bahasa Indonesia

untuk blogging) harus dilakukan hampir

setiap waktu untuk mengetahui eksistensi

dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui

sejauh mana blog dirawat (mengganti

template) atau menambah artikel. Sekarang

ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan

di Internet dan masih bisa berkembang lagi,

karena saat ini ada banyak sekali software,

tool, dan aplikasi Internet lain yang

mempermudah para blogger (sebutan

pemilik blog) untuk merawat blognya.selain

merawat dan terus melakukan pembaharuan

di blognya, para blogger yang tergolong

baru pun masih sering melakukan

blogwalking, yaitu aktivitas dimana para

blogger meninggalkan link di blog atau situs

orang lain seraya memberikan komentar.

Beberapa blogger kini bahkan telah

menjadikan blognya sebagai sumber

pemasukan utama. Sehingga kemudian

muncullah istilah profesional blogger, atau

problogger, orang yang menggantungkan

hidupnya hanya dari aktivitas ngeblog

karena memang faktanya banyak chanel-

chanel pendapatan dana baik berupa dolar

maupun rupiah dari aktivitas ngeblog ini.


Pemanfaatan Blog Sebagai Sumber Belajar


1. Pengertian Pemanfaatan

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak

akan dapat terlepas dari kata belajar, baik itu

belajar dalam lingkungan formal maupun

belajar di lingkungan non-formal. Saat

manusia belajar sesuatu maka mereka secara

sadar maupun tidak sadar telah

memanfaatkan sumber belajar yang ada

berupa buku, tv, radio, manusia, bahkan

internet. Ada lima aspek dalam

pemanfaatan, yaitu:

a. Media sebagai teknologi mesin

b. Media sebagai tutor

c. Media sebagai pemotivasi belajar

d. Media sebagai alat berpikir dan

memecahkan masalah

2. Pengertian Sumber Belajar

Sumber belajar adalah apa saja

(orang, bahan, alat, teknik, lingkungan) yang

mendukung serta memungkinkan

memberikan kemudahan dan kelancaran

terjadinya belajar, serta memungkinkan

terjadinya interaksi antara pebelajar dengan

sumber belajar tersebut.

Sumber belajar dapat dikelompokan menjadi

dua bagian, yaitu :

a. Sumber belajar yang sengaja

direncanakan (learning resources by

design), yakni semua sumber yang

secara khusus telah dikembangkan

sebagai komponen sistem

instruksional untuk memberikan

fasilitas belajar yang terarah dan

bersifat formal Contohnya adalah :

buku pelajaran, modul, program

audio, transparansi (OHT).

b. Sumber belajar yang karena

dimanfaatkan (learning resources by

utilization), yakni sumber belajar

yang tidak secara khusus didisain

untuk keperluan pembelajaran

namun dapat ditemukan,

diaplikasikan, dan dimanfaatkan

untuk keperluan belajar. Contohnya:

pejabat pemerintah, tenaga ahli,

pemuka agama, guru, olahragawan,

kebun binatang, waduk, museum,

film, sawah, terminal, surat kabar,

siaran televisi, internet (dalam hal ini

berupa Blog) dan masih banyak lagi

yang lain.

Media massa adalah suatu jenis

komunikasi yang ditujukan kepada

sejumlah khalayak yang tersebar,

heterogen, dan anonim melewati

media cetak atau elektronik,

sehingga pesan informasi yang sama

dapat diterima secara serentak dan

sesaat. Pengertian "dapat" di sini

menekankan pada pengertian, bahwa

jumlah sebenarnya penerima pesan Pemanfaatan

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak

akan dapat terlepas dari kata belajar, baik itu

belajar dalam lingkungan formal maupun

belajar di lingkungan non-formal. Saat

manusia belajar sesuatu maka mereka secara

sadar maupun tidak sadar telah

memanfaatkan sumber belajar yang ada

berupa buku, tv, radio, manusia, bahkan

internet. Ada lima aspek dalam

pemanfaatan, yaitu:

a. Media sebagai teknologi mesin

b. Media sebagai tutor

c. Media sebagai pemotivasi belajar

d. Media sebagai alat berpikir dan

memecahkan masalah

2. Pengertian Sumber Belajar

Sumber belajar adalah apa saja

(orang, bahan, alat, teknik, lingkungan) yang

mendukung serta memungkinkan

memberikan kemudahan dan kelancaran

terjadinya belajar, serta memungkinkan

terjadinya interaksi antara pebelajar dengan

sumber belajar tersebut.

Sumber belajar dapat dikelompokan menjadi

dua bagian, yaitu :

a. Sumber belajar yang sengaja

direncanakan (learning resources by

design), yakni semua sumber yang

secara khusus telah dikembangkan

sebagai komponen sistem

instruksional untuk memberikan

fasilitas belajar yang terarah dan

bersifat formal Contohnya adalah :

buku pelajaran, modul, program

audio, transparansi (OHT).

b. Sumber belajar yang karena

dimanfaatkan (learning resources by

utilization), yakni sumber belajar

yang tidak secara khusus didisain

untuk keperluan pembelajaran

namun dapat ditemukan,

diaplikasikan, dan dimanfaatkan

untuk keperluan belajar. Contohnya:

pejabat pemerintah, tenaga ahli,

pemuka agama, guru, olahragawan,

kebun binatang, waduk, museum,

film, sawah, terminal, surat kabar,

siaran televisi, internet (dalam hal ini

berupa Blog) dan masih banyak lagi

yang lain.

Media massa adalah suatu jenis

komunikasi yang ditujukan kepada

sejumlah khalayak yang tersebar,

heterogen, dan anonim melewati

media cetak atau elektronik,

sehingga pesan informasi yang sama

dapat diterima secara serentak dan

sesaat. Pengertian "dapat" di sini

menekankan pada pengertian, bahwa



jumlah sebenarnya penerima pesan informasi melalui media massa pada

saat tertentu tidaklah esensial.

Adapun bentuk media massa, secara

garis besar, ada dua jenis, yaitu :

media cetak (surat kabar dan

majalah, termasuk buku-buku) dan

media elektronik (televisi dan radio,

termasuk internet)

Agar bisa terjadi kegiatan belajar

pada si pebelajar, maka pebelajar

harus secara aktif melakukan

interaksi dengan berbagai sumber

belajar. Perubahan perilaku sebagai

hasil belajar hanya mungkin terjadi

jika ada interaksi antara pebelajar

dengan sumber-sumber belajar.

Inilah yang seharusnya diusahakan

oleh setiap pebelajar (instructor,

pengajar) dalam kegiatan

pembelajaran. Oleh karena itu para

pendidik maupun yang berkompeten

dalam hal itu dituntut untuk kreatif

dalam menciptakan sumber belajar

yang dapat dimanfaatkan oleh

pebelajar dalam memahami materi

tertentu.

Sumber belajar memiliki fungsi :

a. Meningkatkan produktivitas

pembelajaran dengan jalan: (a)

mempercepat laju belajar dan

membantu pengajar untuk

menggunakan waktu secara lebih baik

dan (b) mengurangi beban pengajar

dalam menyajikan informasi, sehingga

dapat lebih banyak membina dan

mengembangkan gairah.

b. Memberikan kemungkinan

pembelajaran yang sifatnya lebih

individual, dengan cara: (a) mengurangi

kontrol pengajar yang kaku dan

tradisional; dan (b) memberikan

kesempatan bagi pebelajar untuk

berkembang sesuai dengan

kemampuannnya.

c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah

terhadap pembelajaran dengan cara: (a)

perancangan program pembelajaran

yang lebih sistematis; dan (b)

pengembangan bahan pengajaran yang

dilandasi oleh penelitian.

d. Lebih memantapkan pembelajaran,

dengan jalan: (a) meningkatkan

kemampuan sumber belajar; (b)

penyajian informasi dan bahan secara

lebih kongkrit.

e. Memungkinkan belajar secara seketika,

yaitu: (a) mengurangi kesenjangan

antara pembelajaran yang bersifat

verbal dan abstrak dengan realitas yang

sifatnya kongkrit; (b) memberikan

pengetahuan yang sifatnya langsung.

f. Memungkinkan penyajian pembelajaran

yang lebih luas, dengan menyajikan

informasi yang mampu menembus batas

geografis.

3. Pemanfaatan Blog Sebagai Sumber

Belajar

Di tengah dunia yang semakin

modern ini pemanfaatan teknologi dalam

dunia pendidikan pun tidak dielakkan lagi.

Dengan adanya teknologi modern, arus

informasi semakin tak dapat terbendung

lagi. Semua orang diseluruh dunia dapat

mengetahui apa yang mereka inginkan

melalui internet. Internet dapat

menghilangkan batas ruang dan waktu

sehingga siapa pun dapat memanfaatkanya.

Pemanfaatan internet dalam dunia

pendidikan telah gencar dilakukan

diberbagai negara. Bahkan internet sudah

menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan

dalam dunia pendidikan. Blog salah satu

produk yang dihasilkan oleh internet dapat

dimanfaatkan sebagai sumber belajar karena

Blog dapat dibuat oleh siapa pun dengan

sangat mudah dan yang paling penting Blog

dapat dibuat dengan gratis.

Fakta di lapangan tentang

penggunaan internet di kalangan para

pebelajar, lebih banyak dimanfaatkan untuk

melakukan hal-hal yang kurang produktif,

seperti terlalu banyak chatting, friendster-an,

bermain game online, dan mengakses

pornografi. Blog yang jumlahnya berlipat 2

setiap 6 bulan, yang pemiliknya dari

kalangan pebelajar dan remaja jumlahnya

sangat signifikan, hal ini merupakan

fenomena yang harus dimanfaatkan untuk

meningkatkan kualitas pendidikan yaitu

dengan membuat Blog yang berkualitas agar

masyarakat pebelajar dapat dengan mudah

memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Selain berkualitas, Blog yang dibuat harus

juga menarik agar pebelajar makin betah

belajar didunia maya.

Berbagai referensi, jurnal, maupun

hasil penelitian dapat dengan mudah di

download diberbagai Blog di seluruh dunia.

Cukup memanfaatkan search engine, materi-

materi yang dibutuhkan dapat diperoleh

dengan cepat. Selain menghemat tenaga dan

biaya dalam mencarinya, materi-materi yang

dapat ditemui cenderung lebih up to date.

Adapun manfaat Blog bagi pebelajar adalah

sebagai berikut:

a. meningkatkan pengetahuan,

b. berbagi sumber diantara rekan sejawat,

c. bekerjasama dengan pengajar di luar

negeri,

d. kesempatan mempublikasikan informasi

secara langsung,

e. mengatur komunikasi secara teratur, dan f. berpartisipasi dalam forum-forum lokal

maupun internasional.

Di samping itu para pengajar juga

dapat memanfaatkan Blog sebagai sumber

bahan mengajar dengan mengakses rencana

pembelajaran atau silabus online dengan

metodologi baru, mengakses materi

pembelajaran yang cocok untuk

pebelajarnya, serta dapat menyampaikan

ide-idenya. Sementara itu pebelajar juga

dapat menggunakan internet untuk belajar

sendiri secara cepat, sehingga akan

meningkatkan dan memperluas

pengetahuan, belajar berinteraksi, dan

mengembangkan kemampuan dalam bidang

penelitian.

Blog juga dapat dimanfaatkan oleh

para guru untuk media pembelajaran, yaitu

Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru

dapat menuliskan materi belajar, tugas,

maupun bahan diskusi di blognya, kemudian

para muridnya bisa berdiskusi dan belajar

bersama-sama di blog gurunya tersebut.

Selain itu blog guru dan murid juga dapat

saling berinteraksi. Guru, yang harus

memiliki Blog, mengharuskan murid

memiliki blognya masing-masing, sebagai

sarana mengerjakan tugas-tugas yang

diberikan oleh gurunya. Metode ini bisa

memacu iklim kompetisi antar siswa, karena

tentu saja para siswa ingin blognya menjadi

yang terbaik. Setelah semua siswa memiliki

Blog dibuatlah suatu komunitas blogger

pebelajar. Ada sebuah Blog sebagai pusat

pembelajaran (bisa berupa blog aggregator

atau blog dengan beberapa kontributor),

dengan guru-guru dan siswa dari berbagai

sekolah bisa tergabung dalam komunitas

blogger pebelajar tersebut.

Conventional Learning dan e-Learning

Menyikapi perkembangan Teknologi

Informasi dan komunikasi diatas,

menyebabkan adanya perubahan metode

konvensional dalam proses belajar mengajar

yang digantikan dengan metode e-learning.

Metode conventional learning yang

mengharuskan pengajar dan pebelajar harus

bertatap muka langsung di ruangan memiliki

beberapa ciri, yaitu: 1) pembelajaran

tergantung pada pengajar; 2) seluruh

kegiatan belajar mengajar terpusat di dalam

ruang; 3) pengajar merupakan sumber ilmu;

4) dibatasi jarak, ruang dan waktu; dan 5)

harus memiliki sarana dan prasarana belajar

mengajar yang memadai serta sumber daya

manusia pengajaar yang memahami setiap

materi pembelajaran yang akan diajarkan.

Sedangkan ciri-ciri e-learning adalah: 1)

pembelajaran tidak tergantung kepada

pengajar; 2) banyaknya sumber materi dan kemudahan akses; 3) peran pengajar hanya

sebagai mediator atau pembimbing; 4)

proses belajar tidak terkendala jarak, ruang

dan waktu.

Merujuk dari ciri-ciri kedua metode

di atas, maka nge-blog adalah sebuah

alternatif metode proses belajar mengajar

yang bersifat e-learning dan juga student

centered. Penyelenggara pendidikan seperti

Perguruan tinggi yang ingin menggunakan

Teknologi Iinformasi dan Komunikasi untuk

penerapan e-learning biasanya

menggunakan Learning Management System

(LMS) untuk menyediakan virtual

classroom (ruang kelas virtual) di internet.

Virtual classroom yang dimiliki biasanya

memiliki banyak metafora ruang kelas

konvensional seperti forum diskusi,

pengumpulan tugas, katalog/perpustakaan

bahan ajar, katalog hyperlink dan lain

sebagainya.

Fungsi Blog dalam Sistem Terintegrasi

Jika pengajar sudah memiliki blog,

maka yang harus difikirkan adalah

bagaimana mengintegrasikan blog dalam

proses belajar mengajar. Ada beberapa cara,

diantaranya para pengajar dapat

menggunakan blog untuk menampilkan

informasi materi yang akan diberikan, bahan

ajar yang siap diunduh pebelajar, daftar

hyperlink sebagai referensi, memberikan

tugas dan menampilkan hasil penelitan

pengajar. Karena fitur pada blog

memungkinkan memberikan pertanyaan dan

komentar atas artikel atau bahan ajar yang

tersedia, maka komunikasi pun akan

berjalan dua arah dan interaktif, baik dari

pengajar ke pebelajar atau sebaliknya.

Cara yang lain adalah ketika

memberikan tugas kepada pebelajar, maka

pengajar tersebut menerangkannya secara

lisan dan kemudian menampilkannya pada

blog. Pebelajar yang akan mengumpulkan

tugas diminta untuk menampilkan jawaban

dari tugas dalam blog pribadi pebelajar

tersebut. Penilaian diberikan dengan cara

pengajar tersebut mengunjungi blog

pebelajar untuk kemudian memberikan

komentar tentang jawaban tugas yang telah

dibuat oleh pebelajar. Cara ini memberikan

arti bahwa pebelajar tidak hanya

bertanggung jawab atas jawaban tugas

kepada pengajar saja, melainkan

bertanggung jawab pula kepada

publik/pengguna internet sebagai pembaca.

Integrasi blog dalam aktifitas proses

belajar mengajar seperti ini secara otomatis

meningkatkan waktu “tatap muka” pengajar

dan pebelajar. Diskusi yang terekam dalam

fasilitas komentar yang tersedia pada blog

juga dapat menjadi referensi tambahan bagi

para pembaca blog dan dapat dilihat serta dibaca kapan saja. Selain mendidik dan

mengenalkan pebelajar menulis melalui

media internet, cara-cara ini juga mampu

mendongkrak nama institusi pendidikan di

dunia maya serta melatih pebelajar untuk

berbagi ilmu dengan orang lain.

Ketika membicarakan blog sebagai

suatu sub-sistem yang terintegrasi, maka

akan ada pula beberapa sub-sistem yang

saling berkaitan serta saling memengaruhi.

Proses belajar mengajar merupakan sebuah

input dan output yang diharapkan adalah

proses belajar mengajar yang berkualitas.

Tentunya sistem tersebut harus memiliki

karakteristik sebagai sistem yang memiliki

umpan balik (feedback system). Dengan

adanya integrasi antar sub-sistem tersebut

diharapkan akan menghasilkan proses

belajar mengajar yang tidak hanya

melibatkan pengajar, tetapi juga pebelajar,

untuk menghasilkan proses belajar mengajar

yang lebih berkualitas.

Kesimpulan

Pemanfaatan internet dalam dunia

pendidikan telah gencar dilakukan

diberbagai negara. Bahkan internet sudah

menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan

dalam dunia pendidikan. Blog salah satu

produk yang dihasilkan oleh internet dapat

dimanfaatkan sebagai sumber belajar karena

Blog dapat dibuat oleh siapa pun dengan

sangat mudah dan yang paling penting Blog

dapat dibuat dengan gratis.

Didalam Blog para pengajar maupun

pihak yang berkecimpung dalam dunia

pendidikan dapat mem-posting materi-

materi yang mereka anggap berguna bagi

para pencari informasi pendidikan.

Sedangkan pencari informasi pendidikan

pun dapat berpartisipasi mengembangkan

maupun sekedar memberikan komentar dari

isi Blog yang telah dilihat. Berbagai

referensi, jurnal, maupun hasil penelitian

dapat dengan mudah di download diberbagai

Blog di seluruh dunia. Cukup memanfaatkan

search engine, materi-materi yang

dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.

Selain menghemat tenaga dan biaya dalam

mencarinya, materi-materi yang dapat

ditemui cenderung lebih up to date. Untuk

menunjang pendidikan sebaiknya Blog yang

dibuat harus berkualitas dan menarik agar

pebelajar dapat memperoleh informasi yang

bermanfaat

dibaca kapan saja. Selain mendidik dan

mengenalkan pebelajar menulis melalui

media internet, cara-cara ini juga mampu

mendongkrak nama institusi pendidikan di

dunia maya serta melatih pebelajar untuk

berbagi ilmu dengan orang lain.

Ketika membicarakan blog sebagai

suatu sub-sistem yang terintegrasi, maka

akan ada pula beberapa sub-sistem yang

saling berkaitan serta saling memengaruhi.

Proses belajar mengajar merupakan sebuah

input dan output yang diharapkan adalah

proses belajar mengajar yang berkualitas.

Tentunya sistem tersebut harus memiliki

karakteristik sebagai sistem yang memiliki

umpan balik (feedback system). Dengan

adanya integrasi antar sub-sistem tersebut

diharapkan akan menghasilkan proses

belajar mengajar yang tidak hanya

melibatkan pengajar, tetapi juga pebelajar,

untuk menghasilkan proses belajar mengajar

yang lebih berkualitas.
 

Kesimpulan

Pemanfaatan internet dalam dunia

pendidikan telah gencar dilakukan

diberbagai negara. Bahkan internet sudah

menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan

dalam dunia pendidikan. Blog salah satu

produk yang dihasilkan oleh internet dapat

dimanfaatkan sebagai sumber belajar karena

Blog dapat dibuat oleh siapa pun dengan

sangat mudah dan yang paling penting Blog

dapat dibuat dengan gratis.

Didalam Blog para pengajar maupun

pihak yang berkecimpung dalam dunia

pendidikan dapat mem-posting materi-

materi yang mereka anggap berguna bagi

para pencari informasi pendidikan.

Sedangkan pencari informasi pendidikan

pun dapat berpartisipasi mengembangkan

maupun sekedar memberikan komentar dari

isi Blog yang telah dilihat. Berbagai

referensi, jurnal, maupun hasil penelitian

dapat dengan mudah di download diberbagai

Blog di seluruh dunia. Cukup memanfaatkan

search engine, materi-materi yang

dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.

Selain menghemat tenaga dan biaya dalam

mencarinya, materi-materi yang dapat

ditemui cenderung lebih up to date. Untuk

menunjang pendidikan sebaiknya Blog yang

dibuat harus berkualitas dan menarik agar

pebelajar dapat memperoleh informasi yang

bermanfaat.




Daftar Pustaka

Alim Bahri, Manfaat Elearning / E-Learning

- Pembelajaran Online via Internet

atau Intranet Services,

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.

php?, Webpage diakses pada

tanggal 15 September 2010. Pustaka

Alim Bahri, Manfaat Elearning / E-Learning

- Pembelajaran Online via Internet

atau Intranet Services,

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.

php?, Webpage diakses pada

tanggal 15 September 2010.


Ardy Prasetyo, Pemanfaatan Internet

Sebagai Media Pembelajaran,

http://ardyprasetyo.wordpress.com,

Webpage diakses pada tanggal 5

September 2010.


El Diablue, Perkembangan Teknologi Web,

http://eldoblue.wordpress.com,

diakses Mei 2009


Ferry Hadary , 2005, Mengintegrasikan

Fungsi Blog dalam proses Belajar

mengajar, Universitas Tanjungpura


Made santosa, 2007, Pemanfaatan Blog

(Jurnal Online) dalam Pembelajaran

Menulis, Universitas Pendidikan

Ganesha.


M. Basyiruddin Usman, H. Asnawir, 2002,

Media Pembelajaran, Jakarta :

Ciputat Press,


P. Suparno, SJ., dkk., 2002, Reformasi

pendidikan: sebuah rekomendasi,

Penerbit Kanisius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar