Selasa, 07 September 2021

MENULIS DALAM KESIBUKAN

Resume 25
Gelombang 20
Narasumber: Prof. Much. Khoiri
Moderator: Wijaya Kusumah, M.Pd
Penulis: Saiful Basroni, S.Pd
Topik: Menulis dalam Kesibukan


Kelas Belajar Menulis PGRI yang di gagas oleh Om Jay telah memasuki pertemuan yang ke-25. Waktu terasa begitu cepat, sebentar lagi kelas belajar menulis memasuki babak final. Disinlah masa-masa kritis. Siapa yang mampu bertahan maka merekalah yang akan menjadi pemenang.

Pertemuan ke 25 ini berasa spesial, karena berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Yakni malam ini kelas belajar menulis diadakan secara virtual melalui zoom meeting.

Pada pertemuan tersebut sang Founder Kelas Belajar Menulis bertindak sebagai moderator. Dengan menghadirkan narasumber hebat yaitu Prof. Much. Khoiri. Narasumber pada pertemuan tersebut merupakan seorang dosen di Universitas Negeri Surabaya. Narasumber merupakan Blantik Literasi, dan juga penulis buku yang telah berhasil menghasilkan puluhan karyanya.



Salah satu buku best seller karya beliau adalah buku yang berjudul "Sapa Ora Sibuk". Sapa ora sibuk merupakan bahasa Jawa yang berarti Siapa tidak sibuk.


Setiap manusia yang hidup tentunya memiliki kesibukan masing-masing. Semua tergantung bagaimana kita mengalokasikan waktu tersebut buat kita. Kita bisa memanajemen waktu dengan baik atau tidak kembali ke diri kita masing-masing.


Setiap kesibukan pasti selalu ada kesempatan. Sebagai penulis kita harus mempunyai sikap termasuk niat dan juga aksi dalam menulis. Sambil menikmasti kesibukan kita kita sempatkan untuk selalu menulis sesuai dengan maqam menulis kita.

Narasumber berpesan kepada kita melalui slide berikut:



Narasumber melanjutkan dengan pertanyaan Mengapa harus menulis?


Ketika kamu berbicara, kata-katamu akan bergema hanya di dalam ruangan. Tetapi jika kamu menulis, kata-katamu akan menggema selama berabad-abad.

Narasumber mengatakan, "Apa yang kita angankan akan lenyap, apa yang kita katakan akan musnah, apa yang kita lakukan akan tak tersisa kecuali dituliskan. Ia akan abadi dan menyejarah.



Mari kita jadikan quotes dari tokoh diatas sebagai motivasi kita untuk menjadi penulis hebat.


Mendidik diri menulis bukan hanya sekedar membuat diri kompeten di bidang menulis, melainkan juga berani menegakkan prinsip "reward and punishment". Dalam mendidik diri dalam menulis kita harus bisa menerapakan hadiah dan juga hukuman untuk memotivasi semangat kita agar terus konsisten dalam menulis. Kita berikan hadiah apabila bisa sesuai target. Dan memberi hukuman apabila tidak sesuai target. 

Selanjutnya narasumber memberikan strategi jitu untuk menjadi penulis hebat. Yakni narasumber membagika ada 13 strategi yang bisa diterapkan.


1. Tetapkan Niat Menulis


Hal pertama dan paling utama yaitu kita harus tetapkan niat dan keyakinan kita untuk menulis. Sesuai dengan hadist Innamal a'malu bi niat, sesungguhnya perbuatan itu tergantung dari niatnya.

2. Rajinlah Membaca


Untuk menjadi penulis hebat, harus rajin membaca. Karena ibarat makanan dan minuman, membaca dan menulis merupakan satu kesatuan. Semakin banyak membaca semakin banyak kosa kata yang kita miliki.


3. Gunakan alat rekam gagasan




Menggunakan alat rekam gagasan, misalnya bisa dengan memotret suatu kejadian atau peristiwa, bisa dengan menulis di buku catatan, atau bisa juga mengkonsep melalui HP.


4. Tentukan waktu utama menulis


Hal ini tak kalah penting, yaitu menentukan waktu menulis. Misalnya kita memilih waktu di pagi, siang, sore, malam, atau bahkan di waktu sahur. Kita sendiri yang perlu menentukan waktu nyaman kita untuk menulis di waktu mana.

Narasumber menambahkan 3 prinsip penting dalam memilih waktu, yaitu bisa di lhat pada slide dibawah ini:



5. Menulis di dalam hati


Menulis di dalam hati ini maksudnya, kita sembari melakukan kegiatan sambil memikirkan apa yang akan kita tulis, menyusun kerangkan tulisan mulai dari mana kita akan menuliskan, dll.



6. Menulis di waktu utama


Kalu kita sudah mempunyai pilihan waktu utama untuk menulis, sebisa mungkin kita harus sempatkan untuk menulis. entah itu setengah jam atau satu jam kita harus jadwalkan untuk menulis.

Narasumber mengaskan dengan memberikan 5 prinsip penting dalam menulis.


7. Manfaatkan waktu luang


Ditengah-tengah kesibukan kita, sebagai seorang penuilis kita harus bisa memaksimalkan waktu luang yang ada. misalnya di sela-sela rapat kita bisa mengisi waktu luang kita untuk menulis. menulis apa saja, dan tidak perlu banyak tidak apa-apa. yang penting terus saja menulis.


8. Menulis yang dialami


Lebih mudah lagi yaitu menuliskan apa saja yang kita alami.


9. Menulis yang dirasakan


Menulis apa yang dirasakan ini identik dengan menulis bebas. atau bisa dikatan juga sebagai curahan hati seorang penulis.


10. Menulis dengan Riang


Menulislah diwaktu riang. karena disaat hati anda bahagia gairah akan menyala-nyala dan menggugah semnagat untuk menyelesaikan sebuah tulisan.


11. Menulis yang banyak



12. Membuat motto dahsyat


Buatlah motto hidup yang menggugah motivasi anda, dan cetak motto tersebut lalu tempelkan di tempat yang ketika anda melihatnya akan tergugah semnagat anda untuk selalu menulis dan menulis.


13. Menulis dengan Do'a


Sebelum memulai aktivitas, sebagai umat Islam hendaknya kita selalu mengawal dengan basmallah dan mengakhiri kegiatan dengan hamdallah. 





Visualisasikan apa yang akan menjadi target anda di masa depan. 



Semangat berliterasi, semoga kelak kita bisa menjadi penulis sejati yang dapat memajukan negeri dan berbagi kebaikan setiap hari.




Kutai Kartanegara 

 

7 komentar:

  1. Rinci dan teliti. Keren, PakπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  2. Mendidik diri menulis bukan hanya sekedar membuat diri kompeten di bidang menulis, melainkan juga berani menegakkan prinsip "reward and punishment"

    BalasHapus
  3. Saya masih sebatas mengagumi dan mengoleksi pengetahuan dari para narasumber. Namun demikian, setidak sudah menulis untuk mendokumentasikan kegiatan dan ilmu pengetahuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama pak De. Saya juga masih baru memulai belajar menulis.
      Mohon arahan dan bimbingannya pak DeπŸ™

      Hapus